Q & A – LP3KN Virtual Choir Festival 2020

Daftar Pertanyaan umum dan jawaban sehubungan dengan LP3KN Virtual Choir Festival 2020.

Q   :     Kapan batas waktu pendaftaran?
A   :     Ada 2 (dua) batas pendaftaran:
Pertama pengiriman formulir pendaftaran paling lambat 20 September 2020 pukul 24.00 WIB;
Kedua pengiriman kelengkapan pendaftaran dan link video paling lambat 7 Oktober 2020 pukul 24.00 WIB.

Q   :     Apa yg dimaksud virtual choir?
A   :     Virtual choir adalah sebuah pertunjukan paduan suara yang melibatkan banyak penyanyi yang dibuat dengan bantuan teknologi. Penyanyi merekam suaranya dan mengupload videonya dari lokasi masing-masing. Lalu dari setiap hasil rekaman mereka akan diedit menjadi sebuah pertunjukan. Penjelasan lebih lanjut dari Rizal Tandrio, B.Mus: https://youtu.be/Dc3K8fucS4I

Q   :     Video yang dikirim seperti apa, apakah penyanyi live atau hasil editing?
A   :     Video yang dikirim bukan rekaman live sebuah kelompok paduan suara yang menyanyikan sebuah lagu, melainkan kumpulan penyanyi yang masing-masing menyanyikan sebuah lagu dan digabungkan menjadi satu.

Q   :     Video dari peserta dikirim ke mana?
A   :     Peserta mengupload sendiri videonya ke aplikasi cloud storage, misalnya Google Drive, Dropbox, WeTransfer, dsb. Link video tersebut yang dikirimkan ke Panitia LP3KN VCF 2020.

Q   :     Apa bedanya nyanyian rohani dengan nyanyian liturgi?
A   :     Nyanyian liturgi adalah nyanyian yang digunakan dalam perayaan Ekaristi Gereja Katolik, yang memerlukan ijin dari hirarki berupa Nihil Obstat dan Imprimatur. Sedangkan nyanyian rohani adalah nyanyian yang digunakan dalam ibadat-ibadat umat dan kegiatan-kegiatan devosi.

Q   :     Bagaimana cara peserta mengumpulkan likes terbanyak?
A   :     Likes yang dihitung untuk penghargaan peserta favorit hanya dari video penampilan yang diupload panitia di channel Youtube LP3KN. Peserta diperkenankan untuk mengupload video tersebut di channel lain, namun tidak diperhitungkan untuk likes terbanyak.

Q   :     Alat musik apa saja yang dibolehkan untuk mengiringi nyanyian?
A   :     Untuk nyanyian Liturgi alat musik organ selalu diberi tempat utama, namun diperkenankan juga menggunakan alat musik yang diizinkan oleh pimpinan gerejawi setempat (bds. Musicam Sacram 62). Sedangkan untuk nyanyian rohani dan nyanyian daerah diberi kebebasan.

Q   :     Bolehkan membawakan nyanyian liturgi secara a capella (tanpa iringan)
A   :     Tentu saja boleh. Nyanyian a capella termasuk salah satu kekayaan liturgi Gereja Katolik.

Q   :     Bila nyanyian liturgi mencantumkan nihil obstat dan imprimatur, bagaimana dengan nyanyian rohani?
A   :     Nyanyian rohani katolik cukup melampirkan surat ijin dari pencipta dan publishernya.

Q   :     Bila pencipta atau arranger sudah meninggal dunia bagaimana pengurusan ijinnya?
A   :     Sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, pengurusan ijin dengan ahli waris atau lembaga publisher yang memegang ijinnya.

Q   :     Bolehkah lagu pertama dan kedua dibawakan oleh kelompok kategori yang berbeda?
A   :     Boleh, misalnya lagu pertama oleh PS OMK dan lagu kedua gabungan PS OMK dan PS Anak.

Q   :     Apakah setiap kategori (Dewasa, OMK, Remaja, Anak) harus ikut tampil?
A   :     LP3KD diberi kebebasan untuk menentukan kategori mana yang ditampilkan, maupun gabungan dua, tiga, atau empat kategori tersebut.

Q : Apakah diperkenankan membawakan nyanyian selain bahasa Latin dan Indonesia?
A : Diperbolehkan selama memang nyanyian tersebut sudah termasuk kekayaan khazanah nyanyian liturgi / rohani di Indonesia, misalnya apabila sudah pernah dimasukkan dalam buku nyanyian resmi. Namun tetap menyertakan ijin dari pencipta lagu, aranger dan/atau publisher, kecuali bila statusnya sudah public domain.

Q : Apakah diperkenankan mengaransemen ulang nyanyian Puji Syukur?
A : Khusus nyanyian Puji Syukur hanya dibolehkan menggunakan aransemen yang sudah ada.

Add Your Comment

Berita Terkini

Berita terkini Pesparani menyuguhkan informasi hangat seputar kegiatan sehari-hari, penyelenggaraan event, serta kejadian-kejadian di lingkungan sekitar.

@2020 Pesparani. All Rights Reserved.