AMBON– Mengamati berbagai persoalan terjadi yang bersumber dari kelakuan manusia seperti saling menghujat, membenci dan penyebaran berita bohong, Uskup Amboina C. Mandagi menyerukan pertobatan. Jika tidak bertobat kata Uskup, kelakuan tersebut akan berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal ini diungkapkan Mandagi saat ditemui media di Keuskupan Amboina, Ambon, Maluku, Senin (29/10).

Bagi Uskup yang dikenal bicara lugas dan lantang ini, setiap orang memiliki tanggungjawab menciptakan masyarakat yang berkualitas, terbebas dari hoaks dan saling curiga.

Sayangnya, lanjut Uskup, banyak orang yang sepertinya tidak menyadari keteledorannya. Kalau begini, tambahnya, setan sudah kalah dari manusia.

“Setan ajukan pensiun dini kepada Tuhan karena manusia sudah lebih jago dari setan. Tapi untunglah Tuhan tidak kasih pensiun,” ungkapnya sambil tersenyum.

Karena itu pria asal Manado ini menyerukan pertobatan. Dia pun menyatakan kebanggaannya kepada masyarakat Maluku yang semakin dewasa dalam menghadapi berbagai berita bohong. Masyarakat Maluku katanya, sudah benar-benar belajar dari pengalaman masa lalu.

“Saya selalu datang ke tengah-tengah masyarakat untuk tumbuhkan saling kepercayaan bahwa kita benar-benar bersaudara,” ujarnya.

Dia bahkan pernah meletakkan batu pertama untuk mesdjid sebagai upaya dan bentuk konkret dari telah merekat kembalinya persaudaraan.

Uskup pun berharap melalui Pesparani yang berlangsung dari 27 Oktoner – 2 November 2018, persaudaraan di tengah masyarakat kian membaik dan niat atau semangat untuk menebarkan persaudaraan sejati dari Ambon untuk Indonesia yang menjadi tema Pesparani, benar-benar menjadi kenyataan.

“Ini akan menjadi sumbangan terbesar dan terindah Maluku untuk Indonesia,” pungkasnya. (gor)

 

*sumber: http://id.beritasatu.com/home/uskup-mandagi-serukan-pertobatan/182053

Add Your Comment

@2023 Pesparani. All Rights Reserved.