Ambon – Uskup Keuskupan Amboina Mgr Petrus C Mandagi mengingatkan masyarakat khususnya umat Katolik agar tidak mengorbankan persaudaraan hanya karena politik. Menurut Uskup Mandagi, persaudaraan harus tetap menjadi dasar politik.

“Politik hanya sarana supaya ada pemimpin baik untuk memimpin persaudaraan bukan sebaliknya persaudaraan dikorbankan oleh politik,” ujar Uskup Mandagi di Kantor Keuskupan Ambonia, Selasa (30/10).

Uskup Mandagi menilai, politik jangan sampai menjadi panglima dalam kehidupan masyarakat. Menurut dia, yang harus menjadi panglima adalah semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Terlihat bahwa politik sudah jadi panglima , bukan lagi jiwa orang Indonesia berbeda-beda tetapi kita bersaudara, itu yang harus menjadi panglima di Indonesia, kita berbeda-beda tetapi kita bersaudara bukan politik menjadi panglima,” ungkap dia.

Ketika politik menjadi panglima, lanjut dia, maka terjadi politisasi SARA untuk meraih kekuasaan. Bahkan, kata dia, hanya karena politik hoax atau berita bohong terjadi di mana-mana.

“Yang terjadi saling curiga dan menghancurkan satu dengan yang lain terlebih di tahun politik ini. Itulah yang merusak persaudaraan,” katanya.

Karena itu, Uskup Mendagi berharap agar acara Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional Pertama di Kota Ambon bisa mewartakan kegembiraan, persaudaraan dan sukacita.

“Saya lihat luar biasa apa yang sebenarnya di cita-citakan oleh Indonesia, ‘berbeda-beda tapi satu’ sangat terasa dalam Pesparani ini dan menurut saya sebagai sebuah kritik terhadap keadaan nyata sekarang,” katanya.

 

*sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/519572-uskup-amboina-politik-jangan-korbankan-persaudaraan.html

Add Your Comment

@2023 Pesparani. All Rights Reserved.