Uskup Pontianak: Gunakan Lagu untuk Wartakan Kasih

admin Berita, Coding another tagyadaa yadaa
0

Ambon – Uskup Agung Pontianak Agustinus Agus mengajak masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan lagu sebagai sarana mewartakan kasih dan persaudaraan di tengah masyarakat. Menurut Uskup Agus, lagu mengandung bahasa kasih dan sangat universal.

“Jadikan lagi sebagai sarana mewartakan kasih, memperkuat persaudaraan dan menyatakan kegembiraan. Dengan menyanyi orang bisa bergembira, bisa saling memaafkan, saling menguatkan dan bisa membuat tali persaudaraan bisa tersambung kembali,” ujar Uskup Agus saat menjadi pembicara di Seminar bertajuk “Dari Maluku untuk Indonesia, Kita Rawat NKRI yang Damai dan Berkeadilan melalui Budaya Menyanyi” di Islamic Center, Ambon, Rabu (31/10).

Selain Uskup Agus, hadir juga sebagai pembicara, Uskup Ambonia Mgr Petrus C Mandagi, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD dan Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional Pertama di Kota Ambon.

Namun, tak jarang, kata Uskup Agus, lagu-lagu dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian, menghina orang dan mendiskreditkan orang. Apalagi, kata dia, di tahun-tahun politik, tokoh-tokoh politik kadang menggunakan lagu menyerang lawannya bahkan untik menjatuhkan lawannya.

“Tokoh-tokoh politik menggunakan lagu untuk menghina, mengancam, dan berteriak. Padahal lagu-lagu punya nilai-nilai religius, sosial dan keindahan di dalam untuk saling menghargai satu sama lain,” ungkap dia.

Gubernur Maluku Said Assagaff, saat membuka seminar, menilai, lagu-lagu mempunyai kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kerukunan. Dengan lagu, kata dia, Maluku bisa kembali merawat kerukunan dan persaudaraan pasca konflik antara Islam dan Kristen.

“Kreativitas dari anak-anak muda Maluku dalam berbagai bentuk termasuk melalui lagu-lagu yang diciptakan telah menjadi instrumen menciptakan Maluku yang damai, aman, rukun dan bersaudara satu lainnya,” kata Said.

Dalam konteks itu, Said berpandangan bahwa lagu juga bisa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, kata dia, bangsa Indonesia sangat plural baik dari suku, agama, golongan, profesi dan berbagai latar belakang lain.

“Jadi, dengan menyanyi, kita bangun persatuan, jaga NKRI, jauhkan sikap saling membenci, menghina dan menghasut satu sama lain,” katanya.

 

*sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/519833-uskup-pontianak-gunakan-lagu-untuk-wartakan-kasih.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *